Rabu, 20 Juli 2011

Bila anak takut gagal

takut gagal membuat sebagaian anak menjadi takut duluan sebelum mencoba. anak juga menjadi panik atau nervous ketika ulangan harian,ulangan umum,atau ketika ujian penghabisan. atau takut ikut lomba, tampil dalam pentas keseniaan. takut gagal juga membuat anak tidak mengambil resiko, yang akhirnya membuat anak tidak mengerahkan upaya terbaiknya. pada akhirnya anak tak pernah meraih sukses secara utuh. kendati anak-anak perempuan berkembang pesat dilingkungan sekolah,beberapa ahli berpendapat mereka dalam bahayalumpuhnya berupa individualitas dan kreativitas. alasanya ketimbang mengambil resiko dan mencari tantangan . anak-anak perempuan sering mundur karena takut gagal dan ditolak . hal-hal yang disebut kebajikan feminim seperti kesopan-santun dan kerelaan, dapat mempengaruhi cara pembelajaran dan  ekspresi diri. rasa takut gagal juga bisa muncul sebagai akibat budaya masa kini yang menganggap gagal sebagai tidak berdaya, tidak populer, miskin,atau tidak menarik secara fisik . dalam telivisi dan film orang yang gagal digambarkan sebagai orang yang aneh, tidak menarik,atlet yang buruk,digertak dan ditolak. devinisi gagal dalam budaya populer(populer culture) ini menciptakan budaya takut gagal dan menghindari kegagalan. penggambaran seperti ini membuat anak merasa jika mereka gagal mereka akan dikucilkan oleh anak sebaya dan seumur hidup akan di cap sebagai pecundang. di negara- negara maju, banyak orang yang terpengaruh budaya takut gagal ini. mereka mengaitkan kegagalan ini dengan rasa cinta dan penerimaan. pesan yang di sampaikan kepada anak-anak adalah: "kamu tak akan disayangi jika nilamu jelek". akibatnya anak menganggap kegagalan sebagai ancaman personal dan sosial. bahkan dalam budaya populer amirica tak ada cacat yang lebih besar selain dijuluki sebagai pecundang.julukan ini lebih buruk dari kematian kerena seumur hidup harus menyandang julukan ini. anak akhirnya belajar bahwa mereka dapat menghindari kegagalan dengan *MELINDUNGI DIRI. banyak anak yang menghindari kegagalan dengan "gagal" dalam suatu aktivitas. tapi sebenarnya menghindari kegagalan dengan mencari berbagai alasan:" sebenarnya saya bisa berhasil dengan baik tapi memang saya tak suka/tak mau saja" atau saya sebenarnya bisa cuman gurunya benar-benar tidak adil. dengan begitu mereka bisa menunjukkan klau kegagalan itu bukan kesalahan mereka. mereka tak perlu bertanggung jawab. * TIDAK MAU USAHA. banyak anak yang tak mau berusaha keras mencapai prestasi. sebagai contoh anak-anak tak boleh bolos dan harus masuk sekolah . jadi cara lain yang membuat anak dapat menghindari kegagalan adalah dengan berusaha sebisa mungkin menjauhi gagal dengan berusaha sukses.tapi anak yang termotivasi karena takut gagal, terjebak diantara kegagalan dan sukses sejati dimana ancaman gagal dihilangkan. sebagai contoh:  mereka mendapat nilai rata-rata nilai B+ atau masuk dalam sepuluh besar dalam olah raga ,tapi tak mau berusaha lebih keras lagi,untuk meraih sukses penuh*TIDAK TERLIBAT. banyak anak yang tidak mau melibatkan diri dalam kegiatan dimana mereka takut gagal. tidak terlibat akan membebaskan mereka dari kegagalan. untuk menghindarinya anak lalu mencari alasan untuk tidak terlibat.mulai dari takut cedera,takut sakit atau takut peralatan rusak. tidak tertarik atau tidak punya motivasi atau hanya sekedar menolak ikut dalam sebuah kegiatan merupakan cara-cara umum digunakan anak untuk menghindari kegagalan dan mempertahankan harga diri pencerahan:anak yang di sayangi orang tua dengan sepenuh hati, niscaya akan menjadi anak yang bahagia, ceria,murah senyum, suka bermain,bersemangat,optimis ia akan lebih berpeluang meraih cita-cita yang diinginkanya dalam hidup. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar